Selasa, 10 November 2009

SONG FROM DISTANCE

I remember when we last met
When I told you that I loved you
When I promised you I'd be back soon
That's the last... we're in love
You never know, never know
You don't understand me
You don't understand all my life
I really really realize that
You said someone loves you more than me

You never know, never know

Coz the politic is so real, now I'm in jail
They robbed my freedom, my rights
As they robbed rights of the people

0 komentar

MAWAR HITAM


Luka itu memang terlalu berat untukmu
Terlalu keras untuk kau rasakan
Tak seperti keinginan dan harapan
Yang selalu kau impikan, kau inginkan
Kau khayalkan dan kau bayangkan dulu
Mestinya kau sadari itu
Bukan penyesalan yang ada di hati
Saat kau yakinkan diri tuk pergi
Coba hadapi semua ini.. sendiri

Dan ternyata keyakinan
Tak cukup mampu untuk melawan
Kaupun tak mampu bertahan
Kini kau mawar penghias malam

Kau mawar hitam harummu kepedihan
Kau arungi waktu di setiap pelukan

Langit tetap saja hitam
Meski air mata darah kau curahkan
Meratapi diri bukan jalan terbaik
Untuk tetap berdiri
Penyesalan.. memang selalu menakutkan
Tapi itu kenyataan...

Kau mawar hitam harummu kepedihan
Kau arungi waktu, di setiap pelukan
Jangan menangis...
Meski kau sesali...
Singkirkan semua bila tak kau inginkan

0 komentar

Minggu, 08 November 2009

Islam yang komprehensif..

Ketika Nabi Muhammad Saw membawa agama Islam sebagai penutup agama-agama sebelumnya yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul, hal ini menandakan bahwa Islam dengan segala aspek ajarannya sudah cukup untuk dijadikan sebagai pedoman hidup paripurna. Pedoman yang berlaku di segala ruang dan waktu, dimana manusia hidup di dunia hingga akhir masa. Sejak Rasulullah Saw menerima dan menyampaikan wahyu terakhir hingga zaman terus berganti, Islam tetap relevan sebagai panduan yang akan menjamin kebahagiaan manusia dalam menjalani kehidupannya. Kemajuan teknologi yang semakin mutakhir, spesies manusia yang semakin bertambah, serta pola kehidupan dan ilmu pengetahun yang terus berkembang; semuanya akan direspon secara proporsional oleh Islam.

Perkembangan zaman yang begitu pesat dan..

gelombang peradaban yang terus melaju membuat sebagian besar manusia, termasuk umat Islam, terjebak dalam berbagai problema. Karena, kemajuan peradaban fisik dan material tidak diikuti dengan pemahaman yang benar dan komprehensif tentang Islam sebagai way of life. Terutama, jika kita dihadapkan pada permasalahan ke-kini-an dan ke-disini-an, banyak orang yang merasa gamang, lalu mengambil pegangan dari sembarang sumber. Akibatnya, cengkraman gaya hidup materialistik dan sekularistik kini semakin merongrong kualitas bangsa dan menjauhkan umat dari sumber kebenaran.

Merosotnya nilai-nilai moral – dimulai dari kalangan elit dengan perilaku KKN–nya sampai kalangan bawah dengan perilaku kriminalitasnya — bisa kita rasakan dampaknya di mana-mana. Oleh karena itu, perlu bagi kita membangun kembali paradigma yang benar tentang Islam yang integral dan menyeluruh, agar umat ini tidak terjebak oleh paradigma sekuler. Betapa dahsyat penyakit umat, yang memisahkan ajaran agama dari kehidupan sehari-hari umat manusia.

Sebagai ajaran yang komprehensif, Islam memiliki beberapa karakteristik yang perlu kita pahami bersama dan dijadikan sebagai landasan berpikir serta bergerak dalam kehidupan sehari-hari. Yang pertama, Islam seperti telah dijelaskan merupakan agama yang tidak dibatasi oleh dimensi ruang dan waktu. Islam tidak mengenal sekat-sekat geografis. Hal ini yang menjadikan Islam sebagai rahmatan li al-’alamin. Hal ini juga sekaligus menegaskan kepada kita bahwa Islam bukanlah agama untuk bangsa Arab saja, seperti yang banyak dikatakan oleh orang-orang sekuler, tapi untuk seluruh umat manusia di segala penjuru dunia.

Islam sebagai penyempurna agama-agama sebelumnya juga berlaku sampai kapan pun, tak peduli di zaman teknologi secanggih apa pun. Islam tetap berfungsi sebagai pedoman hidup manusia. Setelah kita paham akan hal tersebut, maka tidak ada lagi istilah bahwa di zaman modern, ajaran-ajaran Islam sudah tidak relevan lagi.

Kedua, Islam mengatur ajaran yang integral, mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, dari masalah yang paling pribadi hingga kemasyarakatan dan kebangsaan. Mulai dari adab dalam melakukan kegiatan sehari-hari hingga urusan politik nasional dan internasional. Islam tidak hanya berbicara mengenai masalah ideologi saja, tetapi juga mengatur seluruh dimensi kehidupan manusia di sektor ekonomi, sosial, politik, ilmu pengetahuan dan sektor lainnya.

Bukankah ayat terpanjang yang termaktub dalam al-Quran berisi aturan dalam bermuamalah dan perdagangan (QS Al Baqarah: 282). Islam juga tidak hanya mengatur ajaran tentang hubungan vertikal dengan Allah (hablun minallah) saja, melainkan juga mengatur hubungan kemasyarakatan antar sesama manusia (hablun minannas). Itulah sebabnya dalam rukun Islam sebagai dasar peribadatan bagi kaum muslim, selain diwajibkan shalat sebagai sarana penghambaan secara langsung kepada Allah, juga ada ibadah zakat yang berhubungan dengan kepentingan sesama manusia. Secara empiris, dampak ibadah diharapkan akan menyentuh sisi kesejahteraan masyarakat, tidak hanya peningkatan kualitas spiritual.

Yang ketiga, ajaran Islam menekankan aspek keseimbangan dalam segala hal. Seimbang dalam mengoptimalkan potensi akal, ruh dan jasad. Dalam Islam ditegaskan, seorang manusia akan mencapai sukses dalam kehidupannya, manakala bisa mengintegrasikan seluruh potensinya dengan kadar yang seimbang, baik segi intelektual, emosional, fisikal dan spiritual. Keseimbangan dalam menjalankan aktivitas dunia tanpa mengesampingkan aktivitas yang berorientasi akhirat. Ini adalah salah satu implementasi dari keimanan seseorang akan adanya hari akhir.

Setiap aktivitas yang kita jalankan hendaknya selalu didasari oleh motivasi ibadah dan keikhlasan untuk Allah Swt, agar segala yang kita lakukan tidak hanya bermakna duniawi, tetapi juga berarti bagi kehidupan akhirat kelak. Prinsip itu yang melatar-belakangi adanya doa-doa dalam setiap aktivitas kita sehari-hari, sehingga setiap kegiatan yang secara lahiriah bersifat duniawiyah pun akan bernilai ibadah di sisi Allah Swt. Tak ada yang sia-sia atau hanya berdampak jangka pendek bagi seroang Muslim. Keseimbangan juga perlu dijaga dalam hal kepentingan pribadi dan kepentingan masyarakat, sehingga seorang manusia tidak berkembang menjadi seorang individualis. Sebagaimana Rasulullah Saw pernah bersabda dalam haditsnya, bahwa “Sebaik-baik manusia ialah yang paling bermanfaat bagi orang lain”. Kontribusi sosial menjadi ukuran dari lurusnya komitmen individual kita.

Tragisnya, sejalan dengan perkembangan zaman, kaum Muslimin mengalami kemerosotan, karena tidak bisa menjaga keseimbangan dan integritas dalam menerapkan ajaran Islam yang paripurna. Dampaknya, kita mengalami dikotomi perilaku, tidak saja dalam menjalankan kegiatan rutin sehari-hari, tapi juga dalam mendidik generasi yang akan datang. Persoalan mendasar inilah yang harus kita bongkar dan harus coba kita rekonstruksi kembali, tentang pentingnya melaksanakan Islam secara komprehensif dan seimbang. Hanya dengan paradigma baru dan komitmen yang kuat, kita akan mampu menghadapi tantangan zaman yang begitu besar dan penuh dengan jebakan, semisal sekularisme, hedonisme dan liberalisme.
0 komentar

MAKNA CINTA KEHIDUPAN


MENUAI CINTA Manusia tidak dapat menuai cinta sampai dia merasakan perpisahan yang menyedihkan, dan yang mampu membuka fikirannya, merasakan kesabaran yang pahit dan kesulitan yang menyedihkan. KEHIDUPAN Sebab kehidupan tidak berjalan 

Tangisan dan tetasan air mata bukan suatu tanda kelemahan dari raga yang layu, namun ada makna dan pelajaran yang membelakangi suatu tangisan dan tetesan air mata itu. Hal inilah yang dimiliki manusia yang dijadikan sebagai peran utama dalam Seakan tak akan kuat aku berjalan untuk melalui kehidupan ini, namun disitu terdapat harapan yang mungkin ku kejar untuk keindahan hidup ini. Kasih, sayang dan cinta merupakan perasaan yang aku miliki dan terkadang menutupi dalam Logikanya kasih sayang, terjadi bukan hanya pada tanggal 14 Pebruari, akan tetpi setiap detik dalam kehidupan ummat manusia. Olehnya itu, Syukurilah. Oleh : Yasser Arafat AMP, S.Pd.Kata-kata yang kejam dapat menghancurkan suatu kehidupan. Kata-kata yang diucapkan pada tempatnya dapat meredakan ketegangan. Kata-kata yang penuh cinta dapat menyembuhkan dan memberkahi. 10. Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang makna cinta. Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? Ketika kita menangis? Ketika kita membayangkan? Ketika kita berciuman? Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT Kita semua agak aneh dan hidup sendiri juga agak aneh. Cinta tidak pernah meminta, ia sentiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan. Makna cinta menurut mereka. cinta satu kata yang terdiri dari 5 huruf ini ternyata mempunyai banyak makna. apa makna kata cinta menurut mereka? terusin aja baca artikel ini. Mereka berkata tentang cinta : Pujangga : “Cinta itu. kesempurnaan warna pelangi Cinta-Nya. Sentuhan Pencinta menembus batas ruang-waktu essensi pencinta, karena Pencinta pemilik cinta abadi disetiap nafas dan roh kehidupan. Etos pencinta sering menggadaikan goresan makna hidup 

KEHIDUPAN Sebab kehidupan tidak berjalan mundur, pun tidak tenggelam dimasa lampau. KERJA Kerja adalah wujud nyata cinta. Bila kita tidak dapat bekerja dengan kecintaan, tapi hanya dengan kebencian, lebih baik tinggalkan pekerjaan Cinta adalah anugerah, demikian dikatakan seorang penyair. Dalam kamus bahasa. Indonesia, cinta diartikan suka sekali atau sayang benar, entah kepada sesama insan, makhluk hidup, lawan jenis. Namun kini makna cinta sepertinya telah My Partner Link. Makna Cinta Dalam Kehidupan.!!! Posted by B.S.Putra Artikel Makna Cinta Dalam Kehidupan. No Comments. Partner links. Popular Articles kata tentang cinta,tempat cerpen dan curhat.Kumpulan cerita hantu, cerita Cinta akan menjadi seruling yang bila ditiup kehidupan akan menjelma menjadi

CINTA adalah naluri yang diolah pemahaman hati. Makna cinta itulah yang juga memaknai kehidupan bagi dirinya sendiri, bagi Tapi makna cinta kemudian menjadi rancu. Menjadi identik dengan objek kehidupan. cinta. love. Listed in: Literature & Fiction. Stats: Lulu Sales Rank: 60,174 Makna cinta itulah yang juga memaknai kehidupan bagi dirinya sendiri, bagi Dalam kehidupan manusia, cinta sering menampakkan diri dalam berbagai bentuk. 

Kumpulan kata mutiara kehidupan Kahlil Gibran - Makna Inspirasi kehidupan ini, pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang. akan datang 

cerita tentang cinta cita2 dan kehidupan. Makna Kata. Baca Firman Tuhan. Baca Alkitab Sabda.org. Guestbook .| my facebook puncak penderitaan sebelum akhirnya menemukan makna kehidupan sebenarnya. Pencerahan. Apa mungkin cinta bisa punya dua makna yang bertolak belakang? Mencoba memaknai makna kehidupan' dengan pendekatan kamus, saya harus Romeo dan Juliet menyandarkan makna hidupnya pada cinta dan kehadiran orang yang 

Makna cinta itulah yang juga memaknai kehidupan bagi dirinya sendiri, bagi Ditulis dalam blog | Tag: arti, cinta, hidup, makna " next indonesian idol selamat membaca, semoga ada berkah didalamnya yang dapat diambil dan manfaat dalam kehidupan kalian filosofi kehidupan pengetahuan sahabat belajar Cinta hidup aku

Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan. Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang Pujian yang Dianggap Hinaan oleh Pria; Makna di Balik Hadiah dari Para Cinta banyak makna, tergantung diri kita sendiri yang memaknai Ada orang bilang cinta itu indah, itu klo dia bahagia dengan kehidupan cintanyaApa makna cinta yang sebenarnya??? Inilah cinta yang banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Yang kedua adalah cinta universal, dimana 

Apa Makna CinTa? Mereka yang tidak menyukainya menyebutnya tanggung Kehidupan dirajut dalam rahim selama sembilan bulan, Cinta yang agung terus bertumbuh selama kehidupan.Seperti itulah sebenarnya makna “Cinta & Kehidupan” yang tergambar dalam pikiranku. Bisa banyak kata yang mendeskripsikannya, tapi pada dasarnya cinta berhubungan erat dengan cinta indah-INDAH. Perjalanan asmaranya ternyata tidak sesederhana namanya. Kehidupan gadis desa yang lugu itu pun setali tiga uang. Penuh liku dan jauh dari makna namanya.Belajar Dari Kebijakan Dan Arti Makna Kehidupan * Cinta bisa hidup karena persahabatan, tapi persahabatan bisa mati karena cinta. * Anda adalah apa yang Anda pikirkan.

Menguraikan tentang arti kata "Cinta" TENTANG kata-kata nasihat (cinta) mutiara cinta dalam kehidupan makna arti cinta bagi wanita: kata kata bermakna: kumpulan 

Perjalanan mencari cinta, kebahagiaan dan kedamaian sejati. Zaira, seorang perempuan Indonesia harus mengalami puncak penderitaan sebelum akhirnya menemukan makna kehidupan

0 komentar

Kamis, 05 November 2009

KISAH LUAR BIASA DOMPET YANG HILANG

Sebuah pengalaman yang menyentuh saya alami sendiri dua hari yang lalu. Kejujuran, yang merupakan "barang" langka di zaman sekarang, masih saya jumpai di dalam sosok seorang supir taksi sederhana.

Cerita berawal dari jadwal saya untuk berseminar dalam rangka undangan dari BCA Kanwil XI di Balikpapan, pada hari Rabu, 27 Mei 2009. Seminar dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 siang itu. Saya sudah tiba di sana dua jam sebelumnya. Saya berkesempatan bertemu dan meluangkan waktu bersama seorang teman, Bapak Boge. Beliau mengajak saya untuk makan siang di restoran miliknya, sebuah restoran ayam goreng terkenal, Boyolali. Saya langsung menyetujuinya.

Karena supir Pak Boge hanya mengantar beliau ke hotel tempat saya menginap, Hotel Menara Bahtera, dan langsung pergi mengurus kepentingan yang lain, kami pun pergi ke restoran dengan naik taksi. Jadwal seminar yang akan berlangsung tidak lama lagi, membuat saya harus langsung kembali ke hotel setelah makan siang, dan bersiap-siap.

Namun, saat hendak memulai seminar, saya baru menyadari, dompet saya hilang! Kepanikan melanda saya. Maklum, kartu identitas dan beberapa kartu kredit ada di dalamnya, dan tidak sedikit uang yang tersimpan di dalamnya. Staf keamanan hotel ikut membantu mencari, dan mencoba menghubungi supir taksi yang tadi mengantar saya ke restoran. Karena, siapa tahu dompet saya terjatuh di dalam taksi. Bahkan Pak Boge juga ikut membantu. Tak terkecuali Bapak Harijanto, Kakanwil BCA wilayah XI, langsung membantu memblokir kartu kredit BCA saya, untuk mejaga agar kartu kredit saya tidak disalahgunakan.

Dengan konsentrasi penuh pada topik yang saya bawakan, seminar pun berlangsung dengan seharusnya, lancar dan penuh semangat. Saat jeda istirahat, di dalam lubuk hati yang terdalam, tiba-tiba muncul perasaan yang mengatakan bahwa dompet saya akan kembali dalam keadaan utuh. Perasaan itu timbul begitu saja, yang sempat saya utarakan kepada asisten saya yang mendampingi waktu itu, David. Dan, memang benar itu terjadi!

Telah berulang kali saya buktikan, dengan keyakinan yang teguh, apa pun yang Anda harapkan, bisa terwujud! Supir taksi yang tadi mengantar saya dan Pak Boge ke restoran, sudah menunggu saya saat seminar selesai. Ia pun menyerahkan dompet saya, masih dalam keadaan utuh, tidak ada kekurangan apa pun.

Mengalirlah sebuah cerita yang menyentuh dari mulutnya. Katanya, seorang penumpang setelah saya, menemukan dompet itu dan langsung menyerahkan kepadanya. Si supir pun tanpa pikir panjang, datang ke tempat saya untuk mengembalikan dompet itu. Saya benar-benar merasa takjub dengan kejujuran yang dimiliki supir taksi, juga penumpang yang menemukan dompet tersebut.

Sebagai tanda terima kasih dan penghargaan atas sebuah kejujuran dan kebaikan yang telah dilakukannya, saya pun memberikan supir taksi itu sejumlah uang, juga kepada para staf kemanan yang telah membantu. Dengan harapan, semoga ke depannya, perbuatan baik akan selalu dilakukan.

Dari sini kita tahu, semua hal yang terjadi dalam kehidupan ini tersambung dalam sebuah mata rantai. Apa yang selama ini selalu saya utarakan dalam seminar-seminar, bahwa sudah sepatutnya kita selalu berbuat baik, telah saya temukan contoh nyatanya. Saya telah mendapatkan pertolongan dari seorang supir taksi yang baik hati. Karena saya sadar, bisa saja dia mengaku tidak menemukan dompet saya, dan tidak mengembalikannya kepada saya. Atau, mungkinkah juga keyakinan saya yang begitu kuat, mendorong hal itu terjadi.

Apa pun teori di balik peristiwa ini, pastilah ada pembelajaran yang bisa kita ambil. Di mana, butuh kehati-hatian dalam menyimpan barang milik kita sendiri, menjaganya agar tidak hilang. Di mana sebuah kejujuran sangatlah indah untuk dilakukan dan patut dihargai. Dan, di mana kekuatan pikiran benar-benar bekerja saat Anda meyakini sesuatu hal dengan sungguh-sungguh. Dan ingatlah selalu, dengan senantiasa melakukan perbuatan baik dan membantu siapa pun yang membutuhkan bantuan, Tuhan juga akan membantu kita dengan caraNya.
0 komentar

Infotainment, Tayangan Haram, dan Melek Media


Kritik sebagian anggota masyarakat tentang infotainment yang telah lama disuarakan tampaknya kini bagaikan gayung bersambut saat Musyawarah Alim Ulama dari organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama memutuskan bahwa sebagian isi “Infotainment” haram hukumnya untuk ditonton, seperti yang diperbincangkan dalam sebuah stasiun televisi swasta pada Rabu, 02/08/06 jam 22.00 WIB. Bagi pihak produser infotainment dan televisi swasta itu sendiri, hal ini bagaikan pukulan telak. Pasalnya, justru dari tayangan acara ini pihak insan media elektronik tersebut mampu meraup rupiah dalam jumlah yang lumayan besar. Rating televisi selalu menyertakan program acara infotainment. Sebab itulah televisi-televisi swasta rajin membombardir khalayaknya dengan gosip-gosip seputar selebritas yang identik dengan infotainment.


Sebenarnya ada sedikit salah-kaprah terhadap infotainment di Indonesia. Infotainment dimaknai sebagai informasi dari jagad hiburan (selebritas), terutama di televisi. Padahal sejatinya infotainment dimaksudkan untuk mengkategorikan program televisi yang menayangkan informasi dari berbagai bidang (ilmu, teknologi, pengetahuan praktis) dengan kemasan yang menghibur.

IMPLIKASI DEMOKRATISASI RUANG PUBLIK

Pihak yang mengkritik tayangan infotainment umumnya berkeberatan terhadap isi yang melulu pada gosip ataupun fakta yang tak berbobot dan tak sehat. Masyarakat Indonesia masih belum maju dalam ilmu dan teknologi. Sehingga, tayangan-tayangan di televisi seyogyanya berisi informasi yang membawa masyarakat kepada proses pembelajaran yang mendidik dan bermartabat bertumpu pada nilai etika, kesopanan, maupun kecakapan dalam ilmu dan teknologi. Dengan demikian, tayangan yang mengarah pada isi fakta—bahkan gosip—seputar aib kehidupan pribadi menjadi kontra-produktif atau tidak berbobot.

Namun, implikasi dari demokratisasi ruang publik adalah mencuatnya kesadaran terhadap penghargaan akan hak memeroleh informasi yang kian besar dari khalayak, dan ini yang ditangkap dengan cerdas oleh para pekerja media. Di mana pun di dunia, demokrasi selalu diimbangi dengan munculnya kekuatan mekanisme pasar. Program-program televisi menjadi komoditas berlandaskan hukum pasar. Bila pasar menghendaki suatu tayangan, maka pekerja media akan segera memenuhi selera pasar itu. Celakanya, sering selera pasar berharap televisi dengan karakteristiknya menyajikan suguhan sekadar memuaskan dahaga khalayak terhadap hiburan yang sensasional. Sebab, persepsi khalayak terhadap televisi telanjur mengental bahwa media elektronik yang satu ini hanya merupakan ajang mencari hiburan. Dengan sifatnya yang audio-visual, televisi menawarkan harga yang paling murah dibandingkan dengan ajang hiburan lainnya. Ini sah saja. Yang kemudian menjadi masalah adalah bagaimana menjembatani konflik kepentingan antara yang pro dan kontra terhadap tayangan infotainment?

MELEK MEDIA SEBAGAI MODAL

Terhadap keberatan tayangan televisi yang kurang berbobot, pihak televisi telah bersiap mengadakan perubahan. Seperti yang dikatakan oleh Ilham Bintang—salah-satu tokoh berbagai infotainment—pada wawancara di sebuah stasiun televisi swasta (02/08/06) dalam rangka menanggapi fatwa haram untuk tayangan televisi yang menggunjingkan aib kehidupan pribadi yang dikeluarkan oleh Nahdlatul Ulama, bahwa ke depan produser infotainment akan mengadakan perubahan. Tetapi, hal ini tidak sepenuhnya menjamin perbaikan program infotainment. Sebenarnya terdapat beberapa instrumen yang mampu mengurangi maraknya tayangan gosip di infotainment.

Pertama, kalangan media mesti lebih mengetatkan lagi penegakan etika penyiaran di kalangan mereka sendiri. Selama ini khalayak belum banyak melihat langkah-langkah profesional “menghukum” media yang melanggar etika penyiaran atau kode etik profesi mereka. Ada kesan profesionalisme di kalangan media masih “kedodoran”, terlihat dari masih adanya ungkapan “menurut informasi orang-orang yang dekat dengan…”, “ketika berita ini kami klarifikasikan, yang bersangkutan handphone-nya tidak aktif…” atau suara presenter yang sejenisnya. Kedua, kalangan yang dirugikan dapat lebih pro-aktif mengadukannya kepada pihak yang berwenang. Ini dimungkinkan karena perangkat hukum telah mengaturnya. Sayangnya pihak yang dirugikan biasanya adalah orang yang diberitakan secara negatif, sedangkan penonton yang merasa dirugikan dengan berita yang menurutnya tidak sesuai dengan harapannya tidak mampu berbuat banyak. Ketiga—yang masih jarang diperhatikan—adalah peningkatan keterampilan melek media (media literacy) sebagai modal berinteraksi dengan media.

Melek media, gerakan untuk memperluas gagasan mengenai kemelekan terhadap media pasca-cetak yang kuat yang mendominasi tataran informasional kita, membantu masyarakat memahami, memproduksi, dan menegosiasikan makna dalam suatu budaya yang terbentuk dari citra-citra, kata-kata, dan suara-suara yang kuat. Seseorang yang melek media—dan setiap orang seharusnya memiliki peluang terhadap hal itu—dapat menafsirkan simbol, mengevaluasi, menganalisis, dan memproduksi pesan baik media cetak maupun elektronik (Aufderheide & Firestone, 1993). Melek media diperlukan karena dalam hidup ini kita menghadapi selain realitas sehari-hari juga realitas di media. Kita tak dapat melarikan diri dari media. Kendatipun secara fisik mampu, kita tetap dipengaruhi oleh media karena orang-orang kepada siapa kita berkomunikasi telah dipengaruhi oleh media. Pesan media sering bukanlah representasi dari fenomena, melainkan konstruksi realitas yang perlu dicerna dengan cerdas melalui melek media. Dengan demikian, kita tidak terlalu banyak menyalahkan infotainment yang memang tidak selalu salah.
0 komentar

SEJARAH SETIA HATI TERATE


Manusia dapat dihancurkan
Manusia dapat dimatikan
akan tetapi manusia tidak dapat dikalahkan
selama manusia itu setia pada hatinya
atau ber-SH pada dirinya sendiri

Falsafah Persaudaraan Setia Hati Terate itu ternyata sampai sekarang tetap bergaung dan berhasil melambungkan PSHT sebagai sebuah organisasi yang berpangkal pada "persaudaraan" yang kekal dan abadi.

Adalah Ki Hadjar Hardjo Oetomo, lelaki kelahiran Madiun pada tahun 1890. Karena ketekunannya mengabdi pada gurunya, yakni Ki Ngabehi Soerodiwiryo, terakhir ia pun mendapatkan kasih berlebih dan berhasil menguasai hampir seluruh ilmu sang guru hingga ia berhak menyandang predikat pendekar tingkat III dalam tataran ilmu Setia Hati (SH). Itu terjadi di desa Winongo saat bangsa Belanda mencengkeramkan kuku jajahannya di Indonesia.

Sebagai seorang pendekar, Ki Hadjar Hardjo Oetomo pun berkeinginan luhur untuk mendarmakan ilmu yang dimilikinya kepada orang lain. Untuk kebaikan sesama. Untuk keselamatan sesama. Untuk keselamatan dunia. Tapi jalan yang dirintis ternyata tidak semulus harapannya. Jalan itu berkelok penuh dengan aral rintangan. Terlebih saat itu jaman penjajahan. Ya, sampai Ki Hadjar sendiri terpaksa harus magang menjadi guru pada sekolah dasar di benteng Madiun, sesuai beliau menamatkan bangku sekolahnya. Tidak betah menjadi guru, Ki Hadjar beralih profesi sebagai Leerling Reambate di SS (PJKA/Kereta Api Indonesia saat ini - red) Bondowoso, Panarukan, dan Tapen.

Memasuki tahun 1906 terdorong oleh semangat pemberontakannya terhadap Negara Belanda - karena atasan beliau saat itu banyak yang asli Belanda -, Ki Hadjar keluar lagi dan melamar jadi mantri di pasar Spoor Madiun. Empat bulan berikutnya ia ditempatkan di Mlilir dan berhasil diangkat menjadi Ajund Opsioner pasar Mlilir, Dolopo, Uteran dan Pagotan.

Tapi lagi-lagi Ki Hadjar didera oleh semangat berontakannya. Menginjak tahun 1916 ia beralih profesi lagi dan bekerja di Pabrik gula Rejo Agung Madiun. Disinipun Ki Hadjar hanya betah untuk sementara waktu. Tahun 1917 ia keluar lagi dan bekerja di rumah gadai, hingga beliau bertemu dengan seorang tetua dari Tuban yang kemudian memberi pekerjaan kepadanya di stasion Madiun sebagai pekerja harian.

Dalam catatan acak yang berhasil dihimpun, di tempat barunya ini Ki Hadjar berhasil mendirikan perkumpulan "Harta Jaya" semacam perkumpulan koperasi guna melindungi kaumnya dari tindasan lintah darat. Tidak lama kemudian ketika VSTP (Persatuan Pegawai Kereta Api) lahir, nasib membawanya ke arah keberuntungan dan beliau diangkat menjadi Hoof Komisaris Madiun.

Senada dengan kedudukan yang disandangnya, kehidupannya pun bertambah membaik. Waktunya tidak sesempit seperti dulu-dulu lagi, saat beliau belum mendapatkan kehidupan yang lebih layak. Dalam kesenggangan waktu yang dimiliki, Ki Hadjar berusaha menambah ilmunya dan nyantrik pada Ki Ngabehi Soerodiwiryo.

Data yang cukup bisa dipertanggungjawabkan menyebutkan dalam tahun-tahun inilah Setia Hati (SH) mulai disebut-sebut untuk mengganti nama dari sebuah perkumpulan silat yang semula bernama "Djojo Gendilo Cipto Mulyo".
0 komentar

Senin, 02 November 2009

REOG PONOROGO



Salah satu ciri khas seni budaya Kabupaten Ponorogo Jawa Timur adalah kesenian Reog Ponorogo. Reog, sering diidentikkan dengan dunia hitam, preman atau jagoan serta tak lepas pula dari dunia mistis dan kekuatan supranatural. Reog mempertontonkan keperkasaan pembarong dalam mengangkat dadak merak seberat sekitar 50 kilogram dengan kekuatan gigitan gigi sepanjang pertunjukan berlangsung. Instrumen pengiringnya, kempul, ketuk, kenong, genggam, ketipung, angklung dan terutama salompret, menyuarakan nada slendro dan pelog yang memunculkan atmosfir mistis, unik, eksotis serta membangkitkan semangat. Satu group Reog biasanya terdiri dari seorang Warok Tua, sejumlah warok muda, pembarong dan penari Bujang Ganong dan Prabu Kelono Suwandono. Jumlah kelompok reog berkisar antara 20 hingga 30-an orang, peran utama berada pada tangan warok dan pembarongnya.
Pembarong dengan Dadak Merak © 2005 arie saksono Seorang pembarong, harus memiliki kekuatan ekstra. Dia harus mempunyai kekuatan rahang yang baik, untuk menahan dengan gigitannya beban “Dadak Merak” yakni sebentuk kepala harimau dihiasi ratusan helai bulu-bulu burung merak setinggi dua meter yang beratnya bisa mencapai 50-an kilogram selama masa pertunjukan. Konon kekuatan gaib sering dipakai pembarong untuk menambah kekuatan ekstra ini, salah satunya dengan cara memakai susuk, di leher pembarong. Untuk menjadi pembarong tidak cukup hanya dengan tubuh yang kuat. Seorang pembarong pun harus dilengkapi dengan sesuatu yang disebut kalangan pembarong dengan wahyu yang diyakini para pembarong sebagai sesuatu yang amat penting dalam hidup mereka. Tanpa diberkati wahyu, tarian yang ditampilkan seorang pembarong tidak akan tampak luwes dan enak untuk ditonton. Namun demikian persepsi misitis pembarong kini digeser dan lebih banyak dilakukan dengan pendekatan rasional. Menurut seorang sesepuh Reog, Mbah Wo Kucing “Reog itu nggak perlu ndadi. Kalau ndadi itu ya namanya bukan reog, itu jathilan. Dalam reog, yang perlu kan keindahannya“. Legenda Cerita Reog Reog dimanfaatkan sebagai sarana mengumpulkan massa dan merupakan saluran komunikasi yang efektif bagi penguasa pada waktu itu. Ki Ageng Mirah kemudian membuat cerita legendaris mengenai Kerajaan Bantaranangin yang oleh sebagian besar masyarakat Ponorogo dipercaya sebagai sejarah. Adipati Batorokatong yang beragama Islam juga memanfaatkan barongan ini untuk menyebarkan agama Islam. Nama Singa Barongan kemudian diubah menjadi Reog, yang berasal dari kata Riyoqun, yang berarti khusnul khatimah yang bermakna walaupun sepanjang hidupnya bergelimang dosa, namun bila akhirnya sadar dan bertaqwa kepada Allah, maka surga jaminannya. Selanjutnya kesenian reog terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Kisah reog terus menyadur cerita ciptaan Ki Ageng Mirah yang diteruskan mulut ke mulut, dari generasi ke generasi. Menurut legenda Reog atau Barongan bermula dari kisah Demang Ki Ageng Kutu Suryonggalan yang ingin menyindir Raja Majapahit, Prabu Brawijaya V. Sang Prabu pada waktu itu sering tidak memenuhi kewajibannya karena terlalu dipengaruhi dan dikendalikan oleh sang permaisuri. Oleh karena itu dibuatlah barongan yang terbuat dari kulit macan gembong (harimau Jawa) yang ditunggangi burung merak. Sang prabu dilambangkan sebagai harimau sedangkan merak yang menungganginya melambangkan sang permaisuri. Selain itu agar sindirannya tersebut aman, Ki Ageng melindunginya dengan pasukan terlatih yang diperkuat dengan jajaran para warok yang sakti mandraguna. Di masa kekuasaan Adipati Batorokatong yang memerintah Ponorogo sekitar 500 tahun lalu, reog mulai berkembang menjadi kesenian rakyat. Pendamping Adipati yang bernama Ki Ageng Mirah menggunakan reog untuk mengembangkan kekuasaannya. Reog mengacu pada beberapa babad, Salah satunya adalah babad Kelana Sewandana. Babad Klana Sewandana yang konon merupakan pakem asli seni pertunjukan reog. Mirip kisah Bandung Bondowoso dalam legenda Lara Jongrang, Babad Klono Sewondono juga berkisah tentang cinta seorang raja, Sewondono dari Kerajaan Jenggala, yang hampir ditolak oleh Dewi Sanggalangit dari Kerajaan Kediri. Sang putri meminta Sewondono untuk memboyong seluruh isi hutan ke istana sebagai mas kawin. Demi memenuhi permintaan sang putri, Sewandono harus mengalahkan penunggu hutan, Singa Barong (dadak merak). Namun hal tersebut tentu saja tidak mudah. Para warok, prajurit, dan patih dari Jenggala pun menjadi korban. Bersenjatakan cemeti pusaka Samandiman, Sewondono turun sendiri ke gelanggang dan mengalahkan Singobarong. Pertunjukan reog digambarkan dengan tarian para prajurit yang tak cuma didominasi para pria tetapi juga wanita, gerak bringasan para warok, serta gagah dan gebyar kostum Sewandana, sang raja pencari cinta. Versi lain dalam Reog Ponorogo mengambil kisah Panji. Ceritanya berkisar tentang perjalanan Prabu Kelana Sewandana mencari gadis pujaannya, ditemani prajurit berkuda dan patihnya yang setia, Pujangganong. Ketika pilihan sang prabu jatuh pada putri Kediri, Dewi Sanggalangit, sang dewi memberi syarat bahwa ia akan menerima cintanya apabila sang prabu bersedia menciptakan sebuah kesenian baru. Dari situ terciptalah Reog Ponorogo. Huruf-huruf reyog mewakili sebuah huruf depan kata-kata dalam tembang macapat Pocung yang berbunyi: Rasa kidung/ Ingwang sukma adiluhung/ Yang Widhi/ Olah kridaning Gusti/ Gelar gulung kersaning Kang Maha Kuasa. Unsur mistis merupakan kekuatan spiritual yang memberikan nafas pada kesenian Reog Ponorogo. Warok Warok sampai sekarang masih mendapat tempat sebagai sesepuh di masyarakatnya. Kedekatannya dengan dunia spiritual sering membuat seorang warok dimintai nasehatnya atas sebagai pegangan spiritual ataupun ketentraman hidup. Seorang warok konon harus menguasai apa yang disebut Reh Kamusankan Sejati, jalan kemanusiaan yang sejati.
Warok dalam pertunjukan Reog Ponorogo © 2005 arie saksono Warok adalah pasukan yang bersandar pada kebenaran dalam pertarungan antara kebaikan dan kejahatan dalam cerita kesenian reog. Warok Tua adalah tokoh pengayom, sedangkan Warok Muda adalah warok yang masih dalam taraf menuntut ilmu. Hingga saat ini, Warok dipersepsikan sebagai tokoh yang pemerannya harus memiliki kekuatan gaib tertentu. Bahkan tidak sedikit cerita buruk seputar kehidupan warok. Warok adalah sosok dengan stereotip: memakai kolor, berpakaian hitam-hitam, memiliki kesaktian dan gemblakan.Menurut sesepuh warok, Kasni Gunopati atau yang dikenal Mbah Wo Kucing, warok bukanlah seorang yang takabur karena kekuatan yang dimilikinya. Warok adalah orang yang mempunyai tekad suci, siap memberikan tuntunan dan perlindungan tanpa pamrih. “Warok itu berasal dari kata wewarah. Warok adalah wong kang sugih wewarah. Artinya, seseorang menjadi warok karena mampu memberi petunjuk atau pengajaran kepada orang lain tentang hidup yang baik”.“Warok iku wong kang wus purna saka sakabehing laku, lan wus menep ing rasa” (Warok adalah orang yang sudah sempurna dalam laku hidupnya, dan sampai pada pengendapan batin). Syarat menjadi Warok Warok harus menjalankan laku. “Syaratnya, tubuh harus bersih karena akan diisi. Warok harus bisa mengekang segala hawa nafsu, menahan lapar dan haus, juga tidak bersentuhan dengan perempuan. Persyaratan lainnya, seorang calon warok harus menyediakan seekor ayam jago, kain mori 2,5 meter, tikar pandan, dan selamatan bersama. Setelah itu, calon warok akan ditempa dengan berbagai ilmu kanuragan dan ilmu kebatinan. Setelah dinyatakan menguasai ilmu tersebut, ia lalu dikukuhkan menjadi seorang warok sejati. Ia memperoleh senjata yang disebut kolor wasiat, serupa tali panjang berwarna putih, senjata andalan para warok. Warok sejati pada masa sekarang hanya menjadi legenda yang tersisa. Beberapa kelompok warok di daerah-daerah tertentu masih ada yang memegang teguh budaya mereka dan masih dipandang sebagai seseorang yang dituakan dan disegani, bahkan kadang para pejabat pemerintah selalu meminta restunya. Gemblakan Selain segala persyaratan yang harus dijalani oleh para warok tersebut, selanjutnya muncul disebut dengan Gemblakan. Dahulu warok dikenal mempunyai banyak gemblak, yaitu lelaki belasan tahun usia 12-15 tahun berparas tampan dan terawat yang dipelihara sebagai kelangenan, yang kadang lebih disayangi ketimbang istri dan anaknya. Memelihara gemblak adalah tradisi yang telah berakar kuat pada komunitas seniman reog. Bagi seorang warok hal tersebut adalah hal yang wajar dan diterima masyarakat. Konon sesama warok pernah beradu kesaktian untuk memperebutkan seorang gemblak idaman dan selain itu kadang terjadi pinjam meminjam gemblak. Biaya yang dikeluarkan warok untuk seorang gemblak tidak murah. Bila gemblak bersekolah maka warok yang memeliharanya harus membiayai keperluan sekolahnya di samping memberinya makan dan tempat tinggal. Sedangkan jika gemblak tidak bersekolah maka setiap tahun warok memberikannya seekor sapi. Dalam tradisi yang dibawa oleh Ki Ageng Suryongalam, kesaktian bisa diperoleh bila seorang warok rela tidak berhubungan seksual dengan perempuan. Hal itu konon merupakan sebuah keharusan yang berasal dari perintah sang guru untuk memperoleh kesaktian. Kewajiban setiap warok untuk memelihara gemblak dipercaya agar bisa mempertahankan kesaktiannya. Selain itu ada kepercayaan kuat di kalangan warok, hubungan intim dengan perempuan biarpun dengan istri sendiri, bisa melunturkan seluruh kesaktian warok. Saling mengasihi, menyayangi dan berusaha menyenangkan merupakan ciri khas hubungan khusus antara gemblak dan waroknya. Praktik gemblakan di kalangan warok, diidentifikasi sebagai praktik homoseksual karena warok tak boleh mengumbar hawa nafsu kepada perempuan. Saat ini memang sudah terjadi pergeseran dalam hubungannya dengan gemblakan. Di masa sekarang gemblak sulit ditemui. Tradisi memelihara gemblak, kini semakin luntur. Gemblak yang dahulu biasa berperan sebagai penari jatilan (kuda lumping), kini perannya digantikan oleh remaja putri. Padahal dahulu kesenian ini ditampilkan tanpa seorang wanita pun. Reog di masa sekarang Seniman Reog Ponorogo lulusan sekolah-sekolah seni turut memberikan sentuhan pada perkembangan tari reog ponorogo. Mahasiswa sekolah seni memperkenalkan estetika seni panggung dan gerakan-gerakan koreografis, maka jadilah reog ponorogo dengan format festival seperti sekarang. Ada alur cerita, urut-urutan siapa yang tampil lebih dulu, yaitu Warok, kemudian jatilan, Bujangganong, Klana Sewandana, barulah Barongan atau Dadak Merak di bagian akhir. Saat salah satu unsur tersebut beraksi, unsur lain ikut bergerak atau menari meski tidak menonjol. Beberapa tahun yang lalu Yayasan Reog Ponorogo memprakarsai berdirinya Paguyuban Reog Nusantara yang anggotanya terdiri atas grup-grup reog dari berbagai daerah di Indonesia yang pernah ambil bagian dalam Festival Reog Nasional. Reog ponorogo menjadi sangat terbuka akan pengayaan dan perubahan ragam geraknya. © 2007 arie saksono Dari Berbagai Sumber This entry was posted on Friday, November 30th, 2007 at 18:01 and is filed under Budaya, Historie, Indonesia, Orang Indonesia, Pariwisata, Sejarah, Seni, Tourism, Wisata. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.
0 komentar